Media Sulawesi

Loading

Archives 10/04/2025

Warga Sulut Sigap Evakuasi Ular Piton Besar dari Tengah Lalin Bolaang Mongondow

Kejadian langka dan menegangkan terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), pada hari Rabu siang, 9 April 2025, sekitar pukul 13.00 WITA. Seekor ular piton berukuran besar tiba-tiba melintang di tengah jalan, mengganggu arus lalu lintas dan membuat panik para pengendara. Namun, berkat kesigapan dan keberanian warga setempat, ular di Sulut tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat.

Menurut saksi mata, ular di Sulut yang diperkirakan memiliki panjang lebih dari empat meter tersebut muncul dari area perkebunan di pinggir jalan dan bergerak perlahan ke tengah badan jalan. Kehadirannya sontak membuat para pengendara yang melintas terkejut dan menghentikan kendaraannya. Situasi sempat menimbulkan kemacetan karena sebagian pengendara takut untuk melintas, sementara sebagian lainnya berhenti untuk melihat ular di Sulut tersebut.

Beruntung, beberapa warga Bolmong yang memiliki keberanian dan pengetahuan tentang penanganan hewan liar segera bertindak. Dengan peralatan seadanya seperti tali dan kayu panjang, mereka berusaha untuk mengevakuasi ular di Sulut tersebut dari tengah jalan. Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati dan memakan waktu sekitar 30 menit. Warga bekerja sama untuk mengarahkan ular piton itu kembali ke area perkebunan di pinggir jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan dan juga keselamatan ular itu sendiri.

“Kami khawatir ular ini akan tertabrak kendaraan atau malah menyerang warga. Jadi, kami berinisiatif untuk mengevakuasinya secara perlahan,” ujar Bapak Rahman (42 tahun), salah satu warga yang terlibat dalam proses evakuasi. Aksi heroik warga ini patut diacungi jempol karena mereka bertindak cepat dan tepat tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Setelah berhasil dievakuasi, ular di Sulut tersebut kembali masuk ke area perkebunan dan menghilang di antara pepohonan. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi kembali normal setelah proses evakuasi selesai. Kejadian ini menjadi viral di media sosial dan menuai berbagai komentar positif dari warganet yang mengapresiasi tindakan sigap dan gotong royong warga Bolaang Mongondow.

Pihak kepolisian dari Polsek Lolak yang mendapatkan informasi mengenai kejadian ular di Sulut ini juga sempat mendatangi lokasi setelah ular berhasil dievakuasi. Kapolsek Lolak, AKP Fandi (nama fiktif), mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera menghubungi pihak berwenang jika menemukan hewan liar yang membahayakan. “Kami mengapresiasi tindakan warga yang membantu mengevakuasi ular tersebut. Namun, kami juga mengimbau agar dalam penanganan hewan liar, keselamatan diri tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. Kejadian ini menjadi pengingat akan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman dan pentingnya kewaspadaan serta tindakan yang tepat dalam menghadapinya.

Tragis di Makassar: Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Sumur Rumah!

Warga Makassar digegerkan dengan penemuan seorang lansia tewas dalam kondisi membusuk di sumur rumah. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah rumah yang terletak di Jalan Dahlia, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban diketahui bernama Nenek Fatimah (78 tahun).

Penemuan jenazah lansia tewas ini terjadi. Awalnya, tetangga korban mencium bau menyengat yang tidak biasa dari arah rumah Nenek Fatimah. Karena sudah beberapa hari tidak melihat korban keluar rumah dan bau semakin kuat, mereka kemudian melaporkan kecurigaan tersebut kepada ketua RT setempat yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian.

Petugas dari Polsek Tamalate yang tiba di lokasi bersama tim forensik Polrestabes Makassar segera melakukan pemeriksaan. Setelah mencari sumber bau, petugas menemukan jenazah lansia tersebut mengapung di dalam sumur rumah korban. Kondisi jenazah sudah membusuk, mengindikasikan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya.

Kronologi kejadian hingga korban ditemukan tewas masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, Nenek Fatimah tinggal seorang diri di rumah tersebut. Tetangga terakhir kali melihat korban. Diduga, korban terjatuh ke dalam sumur tanpa ada yang mengetahui.

Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin Ambo Dalle, dalam keterangannya kepada awak media di lokasi kejadian membenarkan adanya penemuan jenazah lansia tewas membusuk di sumur rumah. Pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban dan masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.

“Kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematiannya,” ujar Kompol Arifuddin Ambo Dalle.

Hingga saat ini, belum ada indikasi adanya pelaku dalam kejadian ini. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kecelakaan terjatuh ke dalam sumur. Namun, pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan lain dan akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Penemuan lansia tewas membusuk di sumur rumah ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga korban. Kejadian ini juga menjadi perhatian bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan dan kondisi lansia yang tinggal seorang diri.