Pencurian Senpi Anggota Pamobvit Oleh Pelajar di Palu
Sebuah kasus mengejutkan terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, ketika dua pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) ditangkap atas dugaan pencurian senpi milik anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulteng. Insiden ini, yang terungkap pada akhir Oktober 2023, menyoroti seriusnya masalah keamanan dan pengawasan senjata api, serta keterlibatan remaja dalam tindak kriminal. Kejadian pencurian senpi ini langsung ditangani pihak kepolisian.
Kedua pelajar yang diamankan berinisial AL (17) dan MD (17). Mereka diduga mencuri senjata api jenis Sig Sauer beserta 10 butir amunisi aktif kaliber 9×19 mm. Senjata ini diketahui adalah milik seorang anggota Pamobvit Polda Sulteng, Brigadir ZH, yang saat itu bertugas dan sempat tertidur di lokasi kejadian. Kelalaian ini menjadi fokus dalam penyelidikan pencurian senpi ini.
Kronologi pencurian senpi ini bermula ketika kedua pelajar melihat senjata api tergeletak tidak jauh dari anggota yang sedang tidur. Mereka kemudian mengambilnya dan menyembunyikannya di rumah salah satu tersangka. Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah mendapatkan informasi mengenai rencana penjualan senjata api curian tersebut oleh kedua pelajar dengan harga sekitar Rp 2 juta.
Tim Resmob Tadulako Polresta Palu segera melakukan penangkapan setelah mengamankan barang bukti senjata api dan amunisi aktif. Kedua tersangka saat ini berstatus sebagai pelajar dan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasus pencurian senpi ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi bahaya jika senjata api jatuh ke tangan yang salah, terutama oleh remaja.
Selain menangkap kedua pelajar, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap Brigadir ZH, anggota Pamobvit yang senjatanya dicuri. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulteng telah mengamankan Brigadir ZH untuk mendalami insiden ini, termasuk pertanggungjawaban atas kelalaian dalam menjaga inventaris dinas. Senpi tersebut merupakan inventaris di penjagaan Mako Ditpamobvit yang dibawanya saat bertugas.
Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama aparat keamanan, untuk lebih meningkatkan pengawasan dan disiplin dalam penggunaan serta penyimpanan senjata api. Bagi masyarakat, ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya peran serta dalam melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban.


