Media Sulawesi

Loading

Archives 12/05/2025

Oknum Polisi di Sulsel Terancam Dipecat Akibat Aniaya Pacar

Seorang oknum anggota kepolisian di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini terancam dipecat setelah terbukti melakukan penganiayaan terhadap pacarnya. Kasus ini mencuat setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Propam Polda Sulsel pada Selasa (13/05/2025) malam.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol. Jamaluddin Farti, S.H., M.H., saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (14/05/2025) pagi, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan oknum polisi yang terancam di pecat tersebut. “Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota kami. Saat ini, yang bersangkutan dengan pangkat Bripda inisial A (24), telah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Kombes Pol. Jamaluddin.

Berdasarkan laporan korban yang berinisial N (22), penganiayaan tersebut terjadi di sebuah indekos di wilayah Makassar pada Senin (12/05/2025) malam. Korban mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan yang mengakibatkan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Motif penganiayaan diduga kuat karena masalah asmara.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, apalagi dilakukan oleh seorang anggota Polri, tidak dapat dibenarkan. Kami akan bertindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjut Kombes Pol. Jamaluddin. Proses pemeriksaan terhadap Bripda A akan dilakukan secara transparan dan profesional. Jika terbukti bersalah, Bripda A tidak hanya terancam dipecat dari institusi kepolisian, tetapi juga akan diproses pidana sesuai dengan hukum yang berlaku.

Polda Sulsel berkomitmen untuk menindak tegas setiap anggota yang melanggar kode etik dan melakukan tindak pidana. Kasus oknum polisi yang terancam dipecat ini menjadi bukti keseriusan Polda Sulsel dalam menegakkan disiplin internal. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Proses hukum akan berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Selain sanksi pemecatan, Bripda A juga terancam dipecat dengan tidak hormat jika terbukti melakukan pelanggaran berat. Polda Sulsel menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi anggota yang melakukan tindakan tercela dan merusak citra institusi Polri.

Petugas Kebersihan Sulawesi Gerak Cepat Bersihkan Euforia Juara Persib

Euforia kemenangan Persib Bandung dalam kompetisi sepak bola nasional turut dirasakan oleh para pendukungnya di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di kota-kota di Sulawesi. Setelah memastikan gelar juara, luapan kegembiraan spontan terjadi di berbagai titik keramaian kota. Sebagai respons cepat terhadap situasi ini, para petugas kebersihan bergerak sigap membersihkan sisa-sisa perayaan yang mungkin mengganggu ketertiban dan kebersihan kota.

Aksi turun ke jalan dan konvoi spontan para suporter Persib di Sulawesi menghasilkan pemandangan yang meriah, namun juga meninggalkan potensi masalah kebersihan. Sisa-sisa atribut perayaan seperti kertas, botol minuman, dan berbagai sampah lainnya tersebar di jalanan dan ruang publik. Menyadari hal ini, petugas kebersihan di berbagai kota di Sulawesi menunjukkan dedikasi tinggi dengan langsung bergerak membersihkan area-area yang menjadi pusat keramaian.

Kerja keras para petugas kebersihan ini sangat penting untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga pasca perayaan. Dengan bergerak cepat, mereka meminimalisir dampak negatif dari sampah-sampah yang berserakan, menghindari potensi penyumbatan saluran air, dan menjaga estetika lingkungan perkotaan. Tindakan responsif ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Koordinasi yang baik antara petugas kebersihan, aparat keamanan, dan pihak terkait lainnya turut mendukung kelancaran proses pembersihan. Pengaturan lalu lintas yang tepat dan himbauan kepada masyarakat untuk turut menjaga kebersihan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif pasca perayaan. Semangat gotong royong dan kesadaran kolektif akan kebersihan kota sangat membantu meringankan tugas para petugas kebersihan.

Upaya petugas kebersihan di Sulawesi dalam membersihkan sisa-sisa euforia juara Persib ini patut diapresiasi. Dedikasi mereka memastikan bahwa kegembiraan sesaat tidak berdampak buruk pada kebersihan dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan. Kerja keras mereka adalah bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga kebersihan kota dan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk ditinggali.

Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan saat merayakan sebuah euforia. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghormati kerja keras para petugas kebersihan adalah bentuk tanggung jawab sosial setiap warga negara. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan petugas kebersihan, kebersihan kota dapat tetap terjaga meskipun dalam suasana perayaan yang meriah.Sumber dan konten terkait