Bandara Sam Ratulangi Beroperasi Lagi Usai Erupsi Gunung Ruang
Setelah sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik, Bandara Sam Ratulangi Manado akhirnya kembali beroperasi. Keputusan ini diambil menyusul menurunnya aktivitas Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, serta hasil paper test yang menunjukkan kondisi aman untuk penerbangan. Pembukaan kembali ini membawa angin segar bagi konektivitas wilayah dan sektor pariwisata.
Penutupan Bandara Sam Ratulangi sempat berlangsung selama beberapa hari pada April 2024 lalu, menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan atau ditunda. Dampak erupsi Gunung Ruang terasa luas, tidak hanya bagi Manado tetapi juga beberapa wilayah lain yang terdampak sebaran abu. Ribuan penumpang pun mengalami penundaan perjalanan, menimbulkan kerugian besar.
Pihak Angkasa Pura I dan AirNav Indonesia bekerja sama dengan instansi terkait, seperti BMKG dan PVMBG, untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik. Keamanan penerbangan menjadi prioritas utama, sehingga penutupan Bandara Sam Ratulangi adalah langkah yang wajib diambil untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Seiring dengan penurunan status Gunung Ruang dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), analisis data abu vulkanik juga menunjukkan perbaikan signifikan. Hasil paper test pada runway dan area parkir pesawat menunjukkan tidak ada lagi partikel abu yang berbahaya. Ini menjadi dasar pembukaan kembali Bandara Sam Ratulangi.
Meskipun Bandara Sam Ratulangi telah beroperasi kembali, pihak maskapai dan AirNav masih terus melakukan penyesuaian jadwal penerbangan. Proses ini membutuhkan waktu untuk menormalisasi kembali semua rute yang sempat tertunda. Penumpang diharapkan dapat memaklumi penyesuaian yang mungkin terjadi.
Pembukaan kembali ini disambut baik oleh masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Sulawesi Utara. Aktivitas ekonomi yang sempat terhambat akibat penutupan bandara kini dapat berangsur pulih. Sektor pariwisata, khususnya, akan kembali bergerak dan mendatangkan wisatawan ke Manado dan sekitarnya.
Pihak bandara dan otoritas penerbangan terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini mengenai aktivitas gunung berapi. Meskipun sudah dibuka, potensi erupsi susulan tetap ada, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Keselamatan adalah yang utama.


