Media Sulawesi

Loading

Identitas Jemaah Umrah Makassar yang Meninggal di Bandara Jeddah Terungkap

Identitas Jemaah Umrah Makassar yang Meninggal di Bandara Jeddah Terungkap

Sebuah kabar yang menyentuh hati datang dari tanah suci perihal pengungkapan identitas salah satu tamu Allah asal Sulawesi Selatan, di mana berita duka umrah ini telah dikonfirmasi oleh pihak otoritas terkait dan penyelenggara perjalanan ibadah. Jemaah yang diketahui berinisial H. Ahmad (62), warga asal Kota Makassar, dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sesaat sebelum melakukan proses boarding untuk kembali ke tanah air. Meskipun peristiwa ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, banyak pihak yang merasa haru dan menyebut wafatnya beliau sebagai akhir perjalanan yang mulia karena terjadi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah umrah di Makkah dan Madinah.

Berdasarkan data yang dihimpun pada hari Rabu, 11 Februari 2026, kronologi kejadian bermula ketika almarhum bersama rombongannya tiba di bandara sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Menurut keterangan dari petugas pendamping jemaah dan aparat keamanan bandara, almarhum sempat mengeluhkan sesak napas saat sedang menunggu di ruang tunggu keberangkatan. Tim medis bandara yang dipimpin oleh Dr. Khalid segera memberikan pertolongan pertama dan melakukan prosedur resusitasi, namun takdir berkata lain. Berita duka umrah ini kemudian diteruskan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah untuk proses administrasi lebih lanjut. Aparat kepolisian bandara yang bertugas juga telah memberikan surat keterangan bahwa kematian disebabkan oleh faktor kesehatan alami, yakni serangan jantung, tanpa adanya unsur lain.

Pihak KJRI Jeddah bersama staf teknis haji segera bergerak cepat untuk melakukan identifikasi dan menghubungi pihak keluarga di Makassar. Koordinasi yang apik antara pemerintah Indonesia di Arab Saudi dan otoritas lokal memastikan bahwa seluruh hak-hak jemaah terpenuhi dengan baik. Dalam penanganan berita duka umrah seperti ini, prosedur pemulasaraan jenazah biasanya dilakukan di Arab Saudi sesuai dengan keinginan keluarga atau prosedur standar internasional bagi jemaah yang wafat di tanah suci. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang saleh dan sangat bersemangat selama menjalani ibadah di Masjidil Haram, sehingga kepergiannya di bandara sesaat sebelum pulang menjadi momentum refleksi spiritual bagi rekan-rekan satu rombongannya.

Keluarga almarhum di Makassar yang menerima informasi tersebut melalui sambungan telepon dari pihak agen perjalanan menyatakan telah ikhlas atas kepergian beliau. Dukungan moral juga mengalir dari pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan yang mengawal proses pelaporan asuransi serta pengurusan dokumen kematian bagi jemaah tersebut.

situs slot toto hk