Media Sulawesi

Loading

Petani Difabel: Pria Paruh Baya Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Barru

Petani Difabel: Pria Paruh Baya Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Barru

Kabar duka menyelimuti Kabupaten Barru. Seorang petani difabel bernama Bapak Sanre (55) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Poros Barru-Parepare, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas difabel setempat. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Bapak Sanre dikenal sebagai sosok pekerja keras. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, ia tidak pernah menyerah untuk menghidupi keluarganya dengan bertani. Kegigihannya menjadi inspirasi bagi banyak orang di desanya. Kehilangan beliau tentu menyisakan kesedihan yang mendalam.

Kecelakaan terjadi saat Bapak Sanre hendak pulang dari sawah dengan sepeda motornya. Diduga, ia ditabrak oleh sebuah kendaraan dari arah berlawanan yang melaju kencang. Benturan keras tak terhindarkan, membuat petani difabel itu terpental dan mengalami luka parah di kepala.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera memberikan pertolongan pertama dan menghubungi pihak kepolisian. Bapak Sanre sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju fasilitas medis.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Pengemudi kendaraan yang menabrak Bapak Sanre juga telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Proses hukum akan ditegakkan untuk mengusut kasus ini.

Kematian Bapak Sanre menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. Komunitas petani difabel di Barru berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keselamatan mereka di jalan raya. Akses jalan yang aman dan ramah disabilitas menjadi tuntutan.

Selain itu, kesadaran berlalu lintas bagi semua pengendara juga harus ditingkatkan. Kecelakaan seringkali terjadi karena kelalaian, kecepatan tinggi, atau ketidakpatuhan terhadap rambu lalu lintas. Mengemudi dengan hati-hati adalah tanggung jawab bersama.

Semoga almarhum Bapak Sanre, seorang petani difabel yang gigih, diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.

Tragedi ini mengingatkan kita bahwa keselamatan di jalan raya adalah prioritas utama. Setiap pengguna jalan, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk merasa aman.