Media Sulawesi

Loading

Tragedi Demonstrasi 2025: Seorang Mahasiswa Tewas Saat Aksi di DPRD Sultra

Tragedi Demonstrasi 2025: Seorang Mahasiswa Tewas Saat Aksi di DPRD Sultra

Tahun 2025 kembali diwarnai duka dengan insiden tragis yang menimpa dunia aktivisme mahasiswa di Indonesia. Dalam sebuah demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), seorang mahasiswa tewas setelah terlibat dalam kericuhan. Peristiwa ini memicu gelombang simpati dan tuntutan keadilan dari berbagai pihak.

Kejadian memilukan ini terjadi pada hari Rabu, 17 September 2025, sekitar pukul 16.30 WITA. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kendari berkumpul untuk menyuarakan aspirasi terkait revisi undang-undang yang dianggap kontroversial. Aksi yang semula berjalan damai, tiba-tiba berubah ricuh setelah adanya dorong-dorongan antara massa dan aparat keamanan.

Dalam kekacauan tersebut, almarhum Randi (21), mahasiswa semester 7 Jurusan Teknik Sipil dari Universitas Halu Oleo (UHO), dilaporkan terjatuh dan terinjak-injak saat mencoba menghindar dari kericuhan. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari oleh rekan-rekannya dan beberapa petugas medis darurat yang siaga di lokasi. Namun, takdir berkata lain, seorang mahasiswa tewas setelah beberapa saat mendapatkan perawatan intensif di UGD. Dokter jaga, dr. Siti Rahayu, menyatakan bahwa almarhum mengalami cedera serius di bagian kepala dan dada.

Pasca insiden tersebut, aparat kepolisian dari Polda Sultra langsung bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi khusus yang dipimpin oleh Kombes Pol. Wawan Setiawan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra. Penyelidikan difokuskan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian almarhum dan menelusuri kronologi lengkap insiden. Hingga Kamis, 18 September 2025, beberapa saksi mata dari kalangan mahasiswa dan aparat keamanan telah dimintai keterangan.

Rektor UHO, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, dalam pernyataannya pada Jumat, 19 September 2025, mengungkapkan duka cita mendalam atas kepergian Randi. “Ini adalah kehilangan besar bagi civitas akademika kami. Kami menuntut keadilan dan penyelidikan yang transparan atas insiden di mana seorang mahasiswa tewas ini,” ujarnya.

Kasus ini menjadi sorotan nasional, mengingatkan kembali akan pentingnya menjamin keamanan dan keselamatan dalam setiap aksi demonstrasi. Diharapkan, hasil penyelidikan dapat mengungkap kebenaran dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

situs slot toto hk