Vale Pacu Proyek Smelter Nikel di Sulawesi, Target Rampung 2026-2027
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan industri hilirisasi nikel di Sulawesi dengan mempercepat pembangunan tiga proyek smelter strategis. Langkah ini merupakan respons terhadap dorongan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tambang di dalam negeri. Dengan target penyelesaian yang ambisius antara tahun 2026 dan 2027, Vale berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi nikel secara signifikan dan berkontribusi pada rantai pasok baterai kendaraan listrik global.
Dua dari tiga proyek smelter yang dikebut pengerjaannya ditargetkan rampung pada tahun 2026. Kedua proyek ini berlokasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Proyek di Sulawesi Tengah merupakan smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang dikerjakan bersama mitra asal Tiongkok, Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai). Smelter ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi nikel mencapai 73.000 metrik ton per tahun. Sementara itu, proyek di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, merupakan smelter High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang dibangun dengan menggandeng Taiyuan Iron and Steel (Group) Co., Ltd (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai).
Proyek ketiga yang berlokasi di Sorowako, Sulawesi Selatan, merupakan smelter HPAL yang ditargetkan selesai pada tahun 2027. Proyek ini menggandeng Zhejiang Huayou Cobalt Co. Pembangunan smelter ini diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi nikel Vale secara keseluruhan hingga berkali-kali lipat.
Direktur Utama Vale Indonesia, Febriany Eddy, menyatakan optimismenya terhadap penyelesaian proyek-proyek ini sesuai target. Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah dan mitra kerja, untuk memastikan kelancaran pembangunan. Pembangunan smelter ini tidak hanya akan meningkatkan produksi nikel, tetapi juga berpotensi menyerap puluhan ribu tenaga kerja, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Keberhasilan Vale dalam mempercepat proyek smelter nikel di Sulawesi ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri nikel Indonesia. Dengan meningkatnya kapasitas pengolahan nikel di dalam negeri, Indonesia akan semakin berperan sentral dalam rantai pasok global untuk baterai kendaraan listrik, sejalan dengan tren transisi energi dunia Keberhasilan proyek ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri nikel global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi dan menciptakan nilai tambah bagi sumber daya alam nasional.


